Peringati Hari Perhubungan Nasional, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan Gelar Kampanye Keselamatan Penerbangan di Kampus Uniba


BALIKPAPAN—Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan menggelar Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2023 yang dilaksanakan di Ballroom Putri Aji Karang Melenu, Gedung G, lantai 8, Kampus Universitas Balikpapan, Rabu (27/09/2023).

Kampanye Keselamatan dan Keamanan Penerbangan ini mengambil tema “Aviation Goes To Campuss” ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kalimantan Timur Bili Away SH. MH. Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal. Andi Surayya Mapangile S.KM. M.Kes sebagai Staff Ahli Rektor. Dekan Fakultas Vokasi Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan dr. Iwan Zulfikar M.Si. Dr. Komeyni Rusba S.Si. M.Sc selaku Ketua Program Studi K3. Dan Dr. Jepri Nainggolan SS. M.Pd selaku Dekan Fakultas Sastra serta 300 mahasiswa Program Studi (K3)

Selain dari Universitas Balikpapan, turut hadir Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Endah Purnamasari SH. MH. Dede Gunaefi, selaku Inspektur Bandar Udara Bandar Udara Wilayah VII. Ahadiat Adhi Yudistira selaku Inspektur Navigasi Bandar Udara Wilayah VII. Abdul Wahab selaku Inspektur Keamanan Penerbangan Bandar Udara Wilayah VII dan Husni selaku Inspektur Angkutan Udara Bandar Udara Wilayah VII.

Acara ini diawali dengan sambutan Endah Purnamasari SH. MH. Dalam beberapa kata sambutannya Ia mengatakan, dengan diadakannya kampanye seperti ini untuk mewujudkan dan keamanan penerbangan, butuh kerja sama dan berkolaborasi semua pihak. Mulai dari regulator, stakeholder penerbangan, masyarakat termasuk kalangangan perguruan tinggi, seperti yang dilaksanakan di Kampus Universitas Balikpapan ini.

Menurutnya, di dalam dunia penerbangan, keselamatan, keamanan , kenyamanan dan kepatuhan terhadap aturan penerbangan atau yang sering dikenal dengan Safety, Security, Services dan Compliance (3S+1C), yang merupakan aspek yang harus dipenuhi dan tidak bisa ditawar-tawar dan dibutuhkan kesadaran dan kepedulian dalam mematuhi peraturan keselamatan penerbangan.

Kampanye keselamatan penerbangan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan semakin meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan secara perlahan akan tercipta budaya keselamatan dan keamanan penerbangaan. “Budaya keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan hal yang fundanmental mengingat ancaman penerbangan saat ini semakin bervariasi dan terus meningkat,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Uniba menyampaikan, bahwa pertemuan ini sejodoh, lantaran Otoritas Bandara Wilayah 7 memiliki safety campaign dan Program Studi K3 Universitas Balikpapan memiliki mata kuliah keselamatan penerbangan. Beliau juga menyampaikan bahwa Uniba memiliki Program Studi D IV K3 yang gelarnya paling unik di Indonesia. Karena para alumni D IV K3 memiliki gelar Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau S.Tr.K.K.K. Sekedar berpromosi, bahwa di Indonesia yang lengkap K3nya itu hanya di Uniba. Nah, pada kesempatan ini Rektor Uniba sampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya pada Otoritas Bandara 7. “Kemarin saya sempat berbincang, bahwa semua materi yang akan diberikan hari ini akan menjadi dasar, sylabus ke depan. Dan kami juga berharap, teman-teman di Otoritas Bandara 7 bisa juga menjadi pengajar di kampus kita ini,” ujar Rektor Uniba.

Lebih lanjut Rektor Uniba menyampaikan, jika berbicara aspek safety, mulai dari datang di atas pesawat sampai landing harus bisa terlayani dengan baik. Rektor Uniba rupanya memiliki pengalaman, pada tahun 2002, Rektor Uniba sempat mengikuti pelatihan di Jepang, kemudian ketika hendak pulang dan di dalam pesawat tiba-tiba pesawatnya turun. “Saya jadi kaget, karena pramugarinya juga pucat. Kalau pramugarinya biasa aja, berarti aman. Sejak saat itu sejak saya mau naik pesawat kadang saya keringat dingin,” kenangnya.

Selanjutnya Rektor Uniba kembali menceritakan pengalamannya, pada tahun 2003, Rektor Uniba mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan safety management. Dan salah satu pelatihan yang ada namanya bright safety management di Swedia. Di sanalah Rektor Uniba diajari simulasi menerbangkan pesawat, kemudian resiko pada saat take off dan landing. “Nah, ternyata kalau sudah di atas. Itu sudah bisa santai-santai. Bisa sambil ngopi. Maka sejak saat itu keringat dinginpun sudah hilang setiap saya menaiki pesawat,” pungkasnya.

Usai menyampaikan materinya acara dilanjutkan dengan penukaran cinderama mata, antara Rektor Uniba dengan Endah Purnamasari SH. MH. Dan Bili Away kepada Endah Purnamasari. Kemudian acara dilanjutkan dengan seminar tentang dunia penerbangan. Diantaranya tentang kampanye keselamatan dan keamanan penerbangan yang disampaikan oleh 5 orang pemateri.

 

 

HUMAS UNIVERSITAS BALIKPAPAN