Sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Kalimantan, Universitas Balikpapan termasuk salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan penilaian kinerja di bidang penelitian oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN). Pada tanggal 19 November 2019, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) mengeluarkan hasil penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode 2016-2018. Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok Utama, 479 perguruan tinggi kelompok Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi kelompok Binaan.

Dari hasil penilaian kinerja penelitian tersebut, Universitas Balikpapan (Uniba) mendapatkan penilaian yang memuaskan dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) yaitu dengan menempatkan Uniba dalam Klaster Madya. Uniba menempati urutan ke 68 dari 479 perguruan tinggi yang termasuk dalam Klaster Madya dan berada pada urutan ke 272 se-Indonesia dari 1977 perguruan tinggi yang dinilai kinerja penelitiannya.

Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018 tersebut dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas) Kemenristek/BRIN. Adapun komponen yang dievaluasi meliputi sumberdaya penelitian (30%), manajemen penelitian (15%), luaran/output (50%), dan revenue generating (5%).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniba, Dr. Merry Krisdawati Sipahutar, mengatakan, Kemenristek/BRIN mengeluarkan rilis hasil penilaian kinerja setiap tiga tahun sekali. Untuk tahun ini, klaster Uniba meningkat menjadi klaster Madya dibandingkan tahun 2016 lalu hanya berada di klaster Binaan. Naiknya klaster penelitian Uniba sangat dipengaruhi oleh peran aktif dosen-dosen di lingkungan Uniba dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga diimbangi dengan peningkatan jumlah luaran penelitian Uniba yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi mulai tahun 2016.

Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi berdampak kepada kuota anggaran penelitian, pengelolaan dana desentralisasi sesuai dengan rencana induk penelitian masing-masing perguruan tinggi, peta kebutuhan program penguatan kapasitas per klaster, dan mekanisme pengelolaan penelitian. Uniba, sebagai perguruan tinggi yang termasuk dalam klaster Madya, dapat mengelola dana penelitian sebesar 7,5 Miliar rupiah/tahun dari Kemenristek/BRIN.

Kategori dan skema penelitian yang dapat diajukan oleh Uniba ke Kemenristek/BRIN adalah:

  1. Kategori Kompetitif Nasional: Skema Penelitian Dasar, Penelitian Terapan, Penelitian Pengembangan, Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi, dan Penelitian Pascasarjana.
  2. Kategori Penelitian Desentralisasi: Skema Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi, Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi, Penelitian dan Pengembangn Unggulan Perguruan Tinggi.
  3. Kategori Penelitian Penugasan: Skema Kajian Kebijakan Strategis dan Skema World Class Research.

Selain pengajuan dana untuk program penelitian di atas, Uniba juga berhak mengajukan dana untuk program Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh Kemenristek/BRIN berikut:

  1. Kategori Kompetitif Nasional: Program Kemitraan Masyarakat, Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Kewirausahaan, Pengembangan Produk Unggulan Daerah, Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus, Pengembangan Desa Mitra, dan Kemitraan Wilayah.
  2. Kategori Desentralisasi: Program Pemberdayaan Masyarakat Unggulan Perguruan Tinggi.
  3. Kategori Penugasan: Program Penerapan Ipteks kepada Masyarakat.