Sejarah Singkat Fakultas Sastra


Fakultas Sastra didirikan pada tanggal 11 Agustus 1981, oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Kaltim, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: KEP-003/YDW/08/1981 tanggal 11 Agustus 1981 dengan jenjang pendidikan Strata 1 (S1), yang ditempuh dalam waktu delapan semester dan diakhir semester diadakan ujian negara dibawah naungan kopertis VII Surabaya. Fakultas sastra, saat dalam proses pembelajarannya, dibina oleh Universitas Jember. Seiring berjalannya waktu fakultas sastra yang berkonsentrasi pada program studi Sastra Inggris terus berbenah mengikuti dinamika perkembangan ilmu sastra yang dunianya tidak akan lekang untuk dijadikan landasan berfikir kritis, kreatif, berinisiatif, dan tanggap akan setiap perubahan dimana konsep kebenaran korespondensi, koherensi, konstruksi, konvensi, dan pragmatik sebagai berfikir rasional sudah muncul sendiri dari teks sastra yang bisa dijadikan pengalaman estetika sebagai kajian empiris yang perlu didukung dengan idealisme transenden hal ini perlu dijabarkan dalam visi dan misi. Dibentuknya Fakultas Sastra Universitas Balikpapan bersamaan dengan fakultas-fakultas lain menjadi angin segar bagi wilayah Kalimantan Timur khususnya kota Balikpapan untuk pemenuhan pendidikan yang berkualitas pada tingkat universitas. Pada perkembangan selanjutnya, Fakultas Sastra secara resmi didirikan pada tanggal 24 Maret 1982.

Dalam hal manajemen akademik, Fakultas Sastra terus melakukan pembenahan baik dari segi sumber daya manusia (SDM), fasilitas pendukung (laboratorium bahasa), serta infrastruktur penunjang perkuliahan yang baik. Pada saat ini Fakultas Sastra Universitas Balikpapan memiliki satu program studi dengan konsentrasi Sastra Inggris untuk tingkat Strata 1 (S1). Berkaitan dengan manajemen akademik, Fakultas Sastra telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dibuktikan dengan dikeluarkannya SK BAN-PT Nomor: 441/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2014.

Di era perubahan yang begitu dinamis dengan adanya fenomena munculnya teknologi komunikasi yang menjadikan belahan dunia ini tidak ada satupun yang tidak terdeteksi secara fisik, seolah menjadikan bukti faktual tentang dunia imajinasi yang memiliki keunggulan tersendiri disamping ilmu pasti yang pernah mengalami kejayaannya. Fakultas Sastra Uniba yang masih berkonsentrasi dalam program studi sastra inggris dari sudut pandang intelektual, spiritual, dan estetika diberi kemudahan untuk menjabarkan metafora, reprisentasi cermin, simbolisasi dan mitos umat manusia dengan adanya jejaring sosial yang mewadahi dunia berfikir manusia sebagai kesan mental manusia yang memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Semakin tidak terbatasnya karunia Tuhan yang diberikan, semakin terbataslah kemampuan manusia meraihnya. Dengan alasan keterbatasan menjangkau ilmu yang sangat tinggi di dunia kesusasteraan maka fakultas sastra Uniba program studi sastra Inggris perlu memperluas jangkauannya sekaligus membatasi pada keilmuannya sesuai standar yang ditetapkan oleh Dikti yaitu diarahkan pada capaian menghasilkan manusia yang berkarakter atau berperilaku dan berfikir mulia. Visi fakultas sastra prodi sastra (bahasa) inggris UNIBA adalah sebagai berikut :

” Menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan mengekspresikan seni berkomunikasi bahasa inggris, berbudaya, dan berkarakter mulia ”

Pada Era globalisasi seperti saat ini, bahasa Inggris merupakan sarana yang sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat yang ada diseluruh penjuru dunia. Bahasa Inggris itu sendiri sangat penting mengingat pada tahun yang sebentar lagi akan berganti ke tahun 2015 Indonesia akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau yang juga dikenal Asean Economic Community dimana seluruh negara di ASEAN akan bersaing secara bebas baik di bidang ekonomi. sosial, dan pendidikan. Untuk menjembatani persaingan secara global ini, bahasa memiliki peranan penting agar SDM kita mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat ASEAN lainnya. Bahasa Inggris sendiri sudah menjelma menjadi “world’s lingua franca” atau bahasa dunia. Mau tidak mau, atau suka tidak suka seseorang harus memahami dan mampu menggunakan Bahasa Inggris jika ingin masuk ke dalam masyarakat global.

Balikpapan sendiri merupakan kota yang dikenal akan sumber daya alamnya khususnya sektor minyak. Maka dari itu, tidak heran ada banyak sekali perusahaan nasional serta asing di kota Balikpapan yang fokus terhadap minyak tersebut selain banyak perusahaan asing lainnya dengan sektor kerja yang bervariasi. Untuk itu, Pemerintah Kota Balikpapan mencanangkan bahwa bahasa inggris merupakan bahasa kedua di Kota Balikpapan, untuk membantu mewujudkan cita-cita walikota kota Balikpapan tersebut Fakultas Sastra Universitas Balikpapan dengan konsentrasi Sastra Inggris merupakan Lembaga Tinggi yang mempunyai kewajiban turut serta bertanggung jawab untuk membantu mewujudkan impian serta harapan tersebut.