BALIKPAPAN-- Sekitar pukul 10.00 WITA, pintu ruang kerja  Rektor Uniba Dr Piatur Pangaribuan SH, MH diketuk beberapa pemuda. "Pak, Mas Kaesang mau ke Uniba," begitu kata Piatur menirukan ucapan tamunya Jumat (13/4).

"Mana, bisa cepat nggak! Soalnya saya mau ke Samarinda," kata Piatur. Ternyata tidak sampai sepuluh menit ternyata Kaesang Pangarep, yang tidak lain adalah putra Presiden RI, Joko Widodo sudah muncul di depan pintu.

Nah, saat itu pula ruang kerja rektor itu penuh, selain Kaesang, ada sekitar 10 rekan mudanya di Balikpapan yang mendampingi bertemu rektor. "Selamat datang!" kata Rektor, Kaesang merasa tidak kikuk, ternyata dia menjumpai seorang rektor yang bergaya muda. Rambutnya macho, mirip generasi millenial saat ini, gayanya santai tidak birokratif.

Keduanya pun terlibat perbincangan asyik, "Lho, apa mau kampanye untuk Bapak?" begitu canda Piatur. Kaesang menjawab ringan:" Tidak saya mua urus dagangan saja!" Ternyata benar, Putra Presiden itu tidak sedikit pun menyinggung urusan Bapaknya, juga tidak menyentuh urusan politik. Dia cuma mau dagangannya laris sekaligus membuka lapangan kerja.

Termasuk dia menawarkan dagangan yang sedang di kembangkan di beberapa kota termasuk Balikpapan, dengan brand: Sang Pisang! Tanpa basa-basi dan tidak sungkan-sungkan, Kaesang pun menyerahkan beberapa lembar brosur untuk promosi daganganya itu.

"Putra Presiden kok cuma ngurusi dagangan pisang. Kapan gedenya?" begitu pancing Piatur membuka perbincangang lagi. Kaesang menyatakan bahwa dia bekerja atas ide, modal dan usaha sendiri, tidak pernah melibatkan Bapaknya. Termasuk akan membuka gerai di sekitar 300 lokasi baru. Dia menyatakan akan membesarkan bisnisnya itu lebih luas dan besar.

"Kalau jualan gini terus kapan selesai kuliahnya?' lanjut Piatur. Kaesang mengatakan bahwa dia memang kuliah S2 di Singapura, barangkali akan diselesaikan setahun lagi. Tetapi lebih dari itu dia ingin terus bekerja secara mandiri sebagai pengusaha agar bisa membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi Indonesia.

Setelah berdialog santai penuh gelak tawa, Kaesang pun minta izin bisa melihat-lihat kampus Uniba yang di Jl. Pupuk itu. Rektor pun melayani permintaan tamunya, dia bawa ke beberapa ruang staf rektorat dan karyawan. Disana pula, Kaesang tidak sungkan-sungkan membagi-bagikan lembaran cetakan brosur jualan pisang goerang; Sang Pisang.

Bukan cuma itu, dia pun masuk ke ruang-ruang kuliah mahasiswa sambil membagikan brosur, "Mas ini gratiskah?" celatuk mahasiswa saat menerima brosur dari Kaesang, "Makannya gratis, tapi pulangnya bayar!" jawab Putra Presiden RI itu disambut gelak tawa mahasiswa.

Kaesang juga menawarkan kepada Uniba untuk melakukan kerja sama bisnis, termasuk waralaba goreng pisangnya itu, "Ya, nanti kita coba jajaki bagaiman prosedur dan langkah-langkahnya, barangkali bisa dijadi model untuk melatih jiwa wiraswasta bagi mahasiswa Uniba," kata Rektor.

Lebih dari itu, menurut Piatur, bahwa Kaesang merupakan contoh model anak seorang presiden yang benar-benar bisa menjadi contoh bagi generasi muda Indonesia bahwa sebagai orang muda yang mandiri, "Dia tidak memanfaatkan sama sekalih fasilitas ayahnya, apalagi fasilitas negara. Semua dikerjakan sendiri, termasuk tidak malu-malu membagi-bagi brosur. Ini kan luar biasa" katanya.

Puas keliling ruang kuliah, mata Kaesang tertuju ke kantin kampus, disanalah dia melakukan peninjauan langsung kemungkinan membuka gerai di kampus itu. Usai bertemu rektor, dosen dan mahasiswa sambil membagikan brosur, Kaesang pun pulang.

Dia baru saja 'nyambangi' gerai dagangan: Sang Pisang di Pasar Segar Balikpapan baru, dan menurut rencana akan terus mengembangkan bisnisnya ini hingga 300 gerasi seluruh Indonesia, sebagai upaya untuk membuka lapangan kerja bagi kawula mudan.

 


Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Kaesang Pangarep Klobosan di Kampus Uniba Bagi-bagi Brosur Promosi Sang Pisang, http://kaltim.tribunnews.com/2018/04/13/kaesang-pangarep-klobosan-di-kampus-uniba-bagi-bagi-brosur-promosi-sang-pisang.
Penulis: Priyo Suwarno
Editor: Priyo Suwarno